Bahas Pemutakhiran DPT, KPU DKI Sowan ke KPU Pusat

Bahas Pemutakhiran DPT, KPU DKI Sowan ke KPU Pusat

Fiddy Anggriawan – Okezone
Senin, 16 Juli 2012 15:27 wib
Ilustrasi (foto: Okezone)
Ilustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA– Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan mendatangi KPU Pusat untuk menindaklanjuti usulan mengenai peraturan atau regulasi terkait pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut, Ketua Pokja Sosialisasi, Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno, payung hukum mengenai pendaftaran DPT baru sangat diperlukan. Pasalnya ada beberapa pemilih yang mengaku tidak terdaftar dalam pemilukada putaran pertama.

“Peraturan yang dijadikan landasan bagi KPU Provinsi mengenai data pemilih, yang membuat, adalah KPU Pusat. Karena itu, kalaupun ada perubahan, nanti dari KPU Pusat,” ungkap Sumarno kepada wartawan dikantornya, jalan Budi Kemulyaan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2012).

Menurut Sumarno, pihaknya sudah mengirimkan usulan mengenai paraturan pemutakhiran DPT yang memiliki payung hukum tetap. Dan hari ini akan berkonsultasi mengenai hasil kajian yang sebelumnya sudah dikatakan Ketua KPU Pusat Husni Kamil Malik.

“Kami berkonsultasi, jadi kita tidak mendesak, tidak menekan atau apa. Hanya konsultasi, karena ada aturan seperti itu, yang tidak memungkinkan bagi pendaftaran pemilih di putaran kedua. Tetapi, masih ada sejumlah warga yang merasa belum terdaftar dan minta didaftarkan,” terangnya.

Konsultasi ini, lanjut Sumarno, bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut perbaikan penetapan DPT, khusunya penambahan sejumlah warga Jakarta yang tidak mendapatkan hak suara di putaran pertama, kemarin. “Bisa perbaikan. Gimana jawaban KPU, itu yang akan dipakai oleh KPU Provinsi. Tapi kita belum tahu jawaban KPU, seperti apa. Mungkin saja KPU memberikan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang bisa dijadikan pegangan bagi KPU Provinsi,” jelasnya.

Sumarno mengungkapkan, aturan tersebut sangat dibutuhkan agar KPU DKI memiliki landasan untuk melakukan pendaftaran pemilih lagi, bagi mereka yang sebelumnya tidak terdaftar.

“Kalau kita memasukkan mereka sebagai pemilih baru, ya melanggar karena ketentuannya tidak ada lagi pendaftaran pemilih. Tetapi kalau kemudian itu diabaikan, ya kita tidak mungkin mengabaikan hak asasi orang yang memiliki hak pilih,” simpulnya.
(ugo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s