Wiji Dipastikan Korban Mujianto

Wiji Dipastikan Korban Mujianto

 

Kompas.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM Rumah almarhum Wiji Subekti, terduga korban Mujianto di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

NGANJUK, KOMPAS.com – Wiji Subekti (60), warga Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dipastikan menjadi korban pembunuhan berantai dengan motif asmara di Nganjuk, Jawa Timur. Dengan demikian, korban tewas menjadi lima orang.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Polres Nganjuk Ajun Komisaris Besar Anggoro Sukartono, Senin (20/2/2012) siang. “Dari laporan keluarga korban kemarin, kita lakukan pencocokan, ” kata Anggoro.

Wiji adalah seorang tukang pijat yang ditemukan lemas tak berdaya dengan mulut mengeluarkan busa di sebuah mushala di Pace, Nganjuk. Sebelum kejadian, korban berpamitan kepada keluarga akan memijat seseorang yang telah menghubunginya melalui telepon. Namun, sore harinya keluarga mendapat kabar bahwa korban mengalami kecelakaan. Sebelum meninggal, korban sempat menceritakan usai makan dan minum es teh dengan seseorang yang baru pertama kali ia temui, hingga akhirnya menderita keracunan itu.

Dengan demikian, jumlah total korban tewas dalam pembunuhan oleh tersangka Mujianto, warga Dusun Pule, Desa Jatikapur, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, ini menjadi lima orang. Kelima korban itu adalah Ahyani (46), warga Situbondo; Romadlon (55) dan Sudarno (42), keduanya warga Ngawi; Wiji Subekti (60); serta satu korban tewas lainnya dengan usia sekitar 32 tahun dan masih belum diketahui identitasnya.

Dengan bertambahnya jumlah korban ini, polisi harus bekerja ekstra keras untuk mengungkap tuntas kasus tersebut. Sebelumnya, polisi telah mengidentifikasi 15 korban yang diakui Mujianto. Munculnya nama Wiji menjadikan jumlah korban Mujianto dimungkinkan akan terus bertambah.

“Tentang yang sembilan korban lainnya, mereka masih hidup. Namun, kita masih dalami terus karena ada yang laporannya dicabut, juga ada yang tidak mau disebut,” kata Anggoro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s