Open Source Siap untuk UKM dan NGO
Ardhi Suryadhi – detikInet

Ilustrasi (ist.)

Jakarta, Para fasilitator acara Asia Surce II meyakini Open Source sudah siap memenuhi kebutuhan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan NGO (Non Goverment Organization) guna diterapkan dalam memberikan alternatif penggunaan software proprietary.

“Dengan saling berbagi pengetahuan kami yakin Open Source sudah siap untuk memenuhi kebutuhan NGO dan UKM dan cukup kuat untuk memberi alternatif untuk software proprietary,” ujar Sunil Abraham, Manager Interntional Open Source Network Asia-Pasific Development Information Programme (APDIP), di Hotel Sheraton Media, Jakarta, Rabu malam (31/1/2007).

Sunil adalah perwakilan UNDP (United Nation Development Program) yang datang ke Indonesia untuk mengikuti acara Asia Source II. Ajang ini telah diadakan selama 9 hari dari tanggal 22 sampai 30 Januari di Sukabumi, Jawa Barat.

Asia Source merupakan ajang berkumpulnya para penggiat Open Source dari Asia Pasifik, untuk berbagi ilmu seputar pengembangan dan penerapan aplikasi Open Source. Asia Source II diikuti oleh 130 praktisi TI dari LSM dan UKM dari 27 negara di kawasan Asia Pasifik. Acara tersebut merupakan lanjutan dari acara sebelumnya yang diselenggarakan di Bangalore India pada Januari 2005, dan dibangun atas model acara “source camp” (perkemahan).

“Melalui acara ini, kita ingin mengubah opini mereka mengenai penggunaan ICT (Information and Communication Technology),” imbuh Sunil yang juga salah satu ketua panitia acara tersebut.

Lebih lanjut, Idaman Andarmosoko, salah seorang fasilitator Asia Source II menyatakan, memasuki kancah Open Source merupakan peluang strategis bagi negara berkembang. “Sehingga dianggap sangat tepat untuk mereposisi hubungan industri dalam sektor piranti lunak komputer,” ujarnya.

InWent Capacity Building Jerman, institusi yang mendukung penyelenggaraan acara tersebut mengatakan, terciptanya jaringan kerja merupakan salah satu hasil utama dari Asia Source II ini. Adanya jaringan Open Source ini juga diyakini akan menjadi kunci pendukung bagi UKM dan NGO di Asia.

Fokus utama acara ini terbagi dalam empat bagian yaitu open publishing dan broadcasting, akses dan perangkat keras alternatif, migrasi sistem, dan manajemen informasi.

Untuk acara selanjutnya, Sunil menjelaskan, kemungkinan akan diadakan di Filipina, Vietnam atau Kamboja jadi belum bisa dipastikan. “Itu semua tergantung dari keputusan penyandang dana,” ujarnya.
(ash/ash)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s